Diklat Jurnalistik dan Fotografi Wujudkan Pribadi Santun Peduli Lingkungan

SURAKARTA – Majalah Mutiara MTsN Surakarta 1 mengadakan Pelatihan Jurnalistik dan Fotografi pada Sabtu-Minggu , 2-3 Februari 2019. Diklat angkatan ke-5 ini berlangsung di gedung 1 MTsN Surakarta I. “Jurnalis Santun Peduli Lingkungan” menjadi tema kegiatan ini. Harapannya, setelah kegiatan ini nanti para jurnalis dan fotografer dapat menjadi pribadi yang santun dan peduli lingkungan sekaligus pelopor kepedulian lingkungan melalui karyanya.

“Kami sangat berharap melalui pelatihan ini dapat menumbuhkan sense of jurnalis dalam diri kalian. Kalian harus berani mewawancarai narasumber, harus kritis dalam menuangkan opini pada tulisan, dan dapat menyajikan foto yang sesuai dengan berita yang kalian tulis,“ tutur Kirno Suwanto dalam pembukaan pelatihan. Beliau juga berharap bahwa karya jurnalis dan fotografer tidak hanya tampil di majalah Mutiara saja, tetapi juga di majalah dinding sekolah. “Kami akan sediakan space khusus untuk anak-anak majalah Mutiara“ janjinya. Selanjutnya, beliau juga menyatakan bahwa di era modern ini kemudahan dalam mengedit foto dapat dengan mudah dijumpai. Namun, beliau berpesan agar para jurnalis dan fotografer pandai memilah penggunaan serta fungsinya.

Dalam kegiatan ini, pembimbing jurnalis dan fotografer Majalah Mutiara mendatangkan pakar yang kompeten di bidangnya sebagai narasumber.  Mereka adalah managing editor Solopos, Rini Yustiningsih; Dosen Fotografi ISI, Henry Nur Cholis;  penulis, Asri Istqomah, dan Komunitas Cita Rasa Kebaikan Pelajar (Cakep). Dalam penerimaan materi, jurnalis dan fotografer dipisahkan. Jurnalis menerima materi yang disampaikan oleh narasumber dari Solopos, penulis, dan komunitas Cakep; sedangkan fotografer bersama dosen fotografi.

“ Kegiatan pertama kalian dimulai dengan pencarian berita dilengkapi dengan foto liputan sesuai tema yang kalian pilih. Area pencarian berita tidak boleh menyeberang jalan besar, hanya sekitar MTsN I saja,“ jelas Rohas selaku koordinator acara. Mereka bertugas mencari berita dan mengambil foto dengan kelompoknya masing-masing. Setiap kelompok terdiri dari 6 jurnalis dan 2 fotografer. “Sekarang pukul 09.30, silakan mulai mencari dan berkumpul di ruangan ini lagi pukul 10.00. Perhatikan dan atur waktu dengan baik. Pukul 10.00 tepat kalian harus sudah berada di ruangan ini lagi untuk menyusun berita,“ jelasnya. Rohas juga menyampaikan bahwa kedisiplinan waktu, keaktifan setiap anggota kelompok akan dinilai. Hasil penilaian akan diumumkan pada acara penutupan.

“Ketemu narasumber pejabat dengan orang biasa itu beda. Kalau pejabat, kita tanya satu masalah saja, jawabannya bisa menjawab semua pertanyaan kita. Beda kalau narasumbernya pedagang di pasar, apalagi sedang sibuk melayani pembeli… Kita harus punya strategi untuk mewawancarainya,” jelas Rini saat mengisi materi. “Kenapa harus ada Tor (Theme of Reference) atau rancangan liputan? Supaya materi yang akan kita tulis lengkap dan tidak ada yang tertinggal,“ tambah mbak Rini dengan gayanya yang khas sambil tertawa.

Kelas fotografi yang dibimbing Pak Cholis juga terlihat seru. Anak-anak fotografer sangat antusias mendengarkan penjelasan beliau. Pak Cholis mengulas hasil jepretan anak-anak satu per satu.

“Fotografer yang senior akan mendapatkan materi tambahan yaitu foto story, sedangkan fotografer yang baru akan memndapatkan materi foto liputan,“ jelasnya.

Materi berita dan fotografi sesi pertama berakhir pukul 15.00 dan dilanjutkan dengan sholat ashar berjamaah. Sesi kedua di hari pertama dimulai pukul 16.00. Pemateri adalah seorang penulis terkenal Asri Istiqomah. Novel terbaru Asri yang berjudul “Saranghaja Let’s Love”, saat ini sedang booming di kalangan remaja.

Kegiatan malam sampai dengan hari Minggu diisi oleh Komunitas Cakep. Malam hari diisi dengan materi penulisan opini, artikel, dan laporan utama. Minggu pagi diisi dengan kegiatan pencarian berita dan objek foto di Car Free Day. Kegiatan berakhir pukul 14.00. “Semoga dengan pelatihan ini kalian dapat membuat Majalah Mutiara lebih baik lagi,“ harap Mansyur Sidik, Pemimpin Redaksi Majalah Mutiara. Kegiatan yang seru ini ditutup dengan yel-yel “Majalah Mutiara… Kreatif, Komunikatif, Inspiratif… Yes… Yes… Yes… Ready…!” (Diana/Kristanti)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *