Fisika yang Menyenangkan

Surakarta- Materi Fisika yang biasanya dianggap siswa sebagai materi yang sulit dan membosankan, melalui tangan dingin Ulis Manto berubah menjadi materi yang menarik dan menimbulkan antusiasme tersendiri bagi siswa. “Dengan praktek seperti ini, kami jadi lebih mudah menerima materi dan biasanya jadi ingat terus. Kami juga lebih bersemangat mengikuti pelajaran,“ tutur Malika, siswi 8PK4 di sela-sela aktivitas mengukur kemiringan tangga.

Jumat (23/11/2018), anak-anak kelas 8PK4 terlihat sedang berkelompok mengukur kemiringan tangga musholla gedung MTsN Surakarta 1. Tidak hanya tangga musholla, di tangga asrama putra pun beberapa anak juga melakukan hal yang sama. Ternyata pada saat itu sedang berlangsung pelajaran Fisika yang diampu oleh Ulis Manto, S.Pd., salah satu guru mapel Fisika di MTsN Surakarta 1.

Dalam kegiatan belajar mengajar yang berlangsung pada jam 6-7 tersebut, siswa  mempelajari kompetensi dasar 4.3. Kompetensi dasar tersebut menuntut siswa mampu menyajikan hasil penyelidikan atau pemecahan masalah tentang manfaat penggunaan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari. “Tujuan pembelajaran hari ini menghitung keuntungan mekanis bidang miring, salah satu contohnya adalah bangunan tangga yang ada di gedung 2 MTsN Surakarta 1. Selain itu, anak-anak juga diminta untuk menganalisa dan mengurutkan keuntungan mekanis bangunan-bangunan tangga di gedung 2,“ jelas Ulis Manto. Tujuan akhir dari pembelajaran ini nanti, mereka diminta menyimpulkan cara untuk mendapatkan keuntungan mekanis yang besar pada pembuatan tangga.

“Kami dibagi menjadi 6 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4 siswa. Tugas kami menghitung kemiringan dan ketinggian tangga pada 6 titik yang berbeda, “ jelas Daffa, siswa kelas 8PK4.  “Tugas kami sudah selesai, Pak,“ kata Rossa ketika kelompoknya telah selesai  menghitung. “Nah, dari hasil yang kalian peroleh itu, sekarang silahkan diurutkan dari yang paling kecil hingga yang paling besar tingkat keuntungan mekanisnya,“ tutur Ulis Manto. Bangunan tangga sengaja dipilih oleh Ulis Manto karena mudah didapat dan memberikan pengalaman belajar nyata pada siswa.

“Biasanya kami sering ngantuk saat pelajaran di jam-jam akhir seperti ini, jam sesudah istirahat, atau sehabis sholat. Tetapi dengan pembelajaran seperti ini, kami jadi tidak mengantuk,“ kata Syahrul, siswa 8PK4 ketika dimintai pendapat tentang pembelajaran hari ini. “Pandai-pandainya kita mengemas materi menjadi sesuatu yang menarik untuk anak-anak. Kalau kita hanya mengandalkan metode ceramah dan sifatnya hanya teoretis, anak-anak akan bosan dan tujuan pembelajaran tidak tersampaikan,” tutur Ulismanto.

Kreativitas merupakan sifat individu yang tercermin dari kemampuannya menciptakan sesuatu yang baru dan  tidak monoton. Setiap orang mempunyai potensi kreatif dalam tingkatan  dan bidang yang berbeda-beda. Seorang guru dituntut untuk mempunyai kreativitas dalam penyajian pembelajaran. Guru kreatif selalu dirindukan siswa.  (Diana/Kristanti)