Praktik Pembelajaran, Tanamkan Kreatifitas,

Surakarta- Halaman gedung 2 MTsN Surakarta 1 berubah seperti dapur umur Kamis (22/11/18). Anak-anak kelas 9PK4 terlihat sibuk memasak secara berkelompok dengan menggunakan tungku berbahan bakar arang. Ada yang sedang menggoreng ayam, membakar ikan, menumis bumbu, dan mengaduk masakan. Kegiatan ini dilakukan untuk mempraktikkan kompetensi dasar 4.1 dalam mata pelajaran Prakarya kelas 9. Kompetensi dasar tersebut tentang pengolahan bahan pangan hasil peternakan dan perikanan yang ada di wilayah setempat serta menyajikannya.

“Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 21-26 November secara bertahap sesuai dengan jadwal kelas masing-masing. Tiap kelas terbagi menjadi beberapa kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 orang. Mereka bebas memilih menu yang akan mereka masak. Hanya saja, bahan dasar masakan mereka harus berupa hasil peternakan dan perikanan,“ jelas Santi Winarni, guru mata pelajaran Prakarya. “Penilaian didasarkan pada rasa dan penyajian. Mereka harus bisa menyajikan hasil masakan mereka dengan tampilan menarik. Di sinilah mereka dituntut  mengembangkan kreatifitas,“ imbuhnya.

Anak-anak sangat antusias mengikuti pembelajaran ini. Pembelajaran praktik lebih menarik minat belajar anak-anak daripada pembelajaran teoretis. Kerja sama, saling menghargai, dan tanggung jawab sangat diperlukan dalam kerja kelompok. “Penilaian sikap juga bisa diambil dalam pembelajaran praktik ini. Ketika kegiatan berlangsung, akan terlihat kelompok mana yang kompak dan tanggung jawab,“ tutur Santi.

“Ternyata masak itu tidak mudah, Bu. Jangan membuang-buang makanan karena memasak itu penuh perjuangan,“ kata Kasyifa, siswi kelas 9PK4. “Tambah pengetahuan, Bu. Kita buat menu baru, misal masakan yang biasanya berbahan dasar ikan kita ganti dengan ayam, Bu… ternyata enak juga,“ jelas Aulia, kelas 9PK4.  “Senang Bu, coba praktik masak ini sering, pasti aku jadi pinter masak,“ tambahnya. Beberapa siswa lain pun berpendapat bahwa pembelajaran praktik ini dapat menambah pengalaman, wawasan, dan kreativitas mereka.

“Enak…enak, cuma sedikit kepedesan,“ nilai Rasdiyana, wali kelas 9PK4. “Harusnya sendoknya jangan cuma satu, ini kan sudah dipakai guru lain,” tutur Hurriyatul Kholisoh, koordinator program khusus. Hasil pembelajaran praktik ini dinilai oleh 3-4 guru. “Ketika anak-anak sudah selesai memasak, mereka menghias masakannya dengan tampilan yang menarik dan membawanya ke ruang guru. Mereka minta 3-4 bapak/ibu guru untuk mencicipi dan menilai hasil karya mereka,“ jelas Santi lagi.

Kepala MTsN Surakarta 1, Kirno Suwanto mendukung sepenuhnya  kreativitas guru dalam mengembangkan pembelajaran. “Saya  berharap bapak ibu guru meningkatkan mutu pembelajaran dengan inovasi dan kreatifitas dalam mengajar,“ harapnya. (Diana/Kristanti)

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *