Seribu Cahaya Santri untuk Perdamaian

SURAKARTA – Memeriahkan peringatan Hari Santri dan Bulan Bahasa, MTsN 1 Surakarta menggelar berbagai lomba di bidang bahasa, seni, dan agama. Kegiatan ini berlangsung di gedung 1 MTsN Surakarta 1 pada Selasa (22/10/19). Bertepatan dengan kegiatan tersebut MTsN 1 Surakarta juga mengirimkan siswa dan 40 guru dan pegawai mengikuti Upacara Peringatan Hari Santri di Stadion Maladi, Sriwedari.

Ada 17 cabang lomba yang digelar yaitu pidato 4 bahasa (bahasa Indonesia, Inggris, Arab, dan Jawa). Puisi, geguritan, story telling, newscaster, poster, mini mading, qiroah, murotal, kaligrafi, solo vocal, melukis tong sampah, rangking 1, dan cerpen. Agenda ini merupakan kegiatan tahunan MTs Negeri Surakarta 1.

Cabang lomba melukis tong dan solo vocal merupakan cabang baru. Kedua lomba tersebut digelar di halaman gedung 1. Pelaksanaan lomba solo vokal menarik perhatian siswa yang sudah selesai lomba. Guru MTsN 1 merasa surprise melihat bakat vokal siswa MTsN 1. “Ternyata anak-anak hebat semua. Saya nggak nyangka dari 33 peserta hanya ada 3 siswa yang tidak bisa nyanyi. Saya sampai bingung menentukan juaranya,” tutur Joko Sutopo, Juri Solo vokal.

Semua siswa MTsN 1 mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Mereka semua ingin menang dan meraih juara umum. “Selain mendapat  piala bergilir, kita juga akan mendapatkan hadiah khusus dari Bapak Kamad yaitu uang pembinaan,” tutur Keisha, siswa Kelas 9PK2. “Hampir 2 minggu kami mempersiapkan lomba ini, selain menang jadi tujuan kami, kami juga ingin menunjukkan bakat dan kemampuan kami. Kalau kami menang, kalau ada lomba antarmadrasah kami pasti diikutkan,” jelas Rama, siswa Kelas 9 PK1.

Tujuan diadakan kegiatan ini selain untuk memeriahkan peringatan Hari Santri dan Bulan Bahasa juga untuk mencari bakat dan kemampuan siswa yang akan diajukan lomba antarmadrasah. “Jadilah Santri yang cinta perdamaian. Santri harus mampu mengajak masyarakat untuk terus menjaga perdamaian dan keseimbangan di mana saja dan kapan saja,” papar Kuncoro, Ketua Peringatan Hari Santri dan Bulan Bahasa. “Akhirnya, semangat anak-anakku, semangat berlomba dan tunjukkan bakat kalian,” ujar Kuncoro, menutup sambutannya.

Bersamaan dengan kegiatan ini, panitia juga menggelar kegiatan market day. “Market day yang digelar hari ini untuk mempraktikkan mata pelajaran Fikih. Dalam market day ini yang bertugas berjualan hanya siswa kelas 9 saja. Modal yang dipakai berjualan juga ditentukan jumlahnya tidak boleh lebih dari 300 ribu. Barang yang dijual bebas itemnya, “tutur Sri Innayati, selaku Koordinator Market Day. “Nanti yang sudah selesai lomba terus mempersiapkan dagangan di tempat dan meja yang sudah ditentukan panitia,” jelas Chusna Maulida, Kelas 9 PK3. “Dagangan kami paling laris, Bu. Sampai kami harus nambah lagi ciloknya,” tambah Chusna.

Serangkaian acara dan lomba Hari Santri dan Bulan Bahasa selesai pukul 11.30. Setelah selesai lomba seluruh siswa MTsN 1 Surakarta sholat Dhuhur berjamaah. Selesai sholat mereka kembali berkumpul ke halaman untuk mendengarkan pengumuman dan mengikuti penutupan. Pengumumman hasil lomba disampaikan oleh bapak Mansyur selaku Sekretaris Kegiatan. Pengumumman hasil lomba diakhiri dengan penentuan juara umum 1 yang jatuh di kelas 9PK2 dengan perolehan juara terbanyak disusul oleh juara umum 2 kelas 9 PK3, juara umum 3 kelas 9 PK 1. “Semoga prestasi ini diikuti dengan prestasi yang lain. Tidak boleh cepat puas dengan apa yang sudah diraih. Harus terus semangat dan berikan yang terbaik untuk madrasah kita tercinta ini “harap Diana, Wali Kelas 9 PK2.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *