USBN BK MTs Negeri Surakarta 1 Dilaksanakan Serentak

Surakarta(12/4), Ada yang berbeda dengan pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di Madrasah Tsanawiyah Negeri Surakarta 1 tahun ini. USBN kali ini berbasis komputer (BK) dan dilaksanakan serentak oleh 339 siswa, hanya 1 sesi untuk setiap mapel yang diujikan. Hal ini dapat terwujud berkat kerjasama yang baik antara pihak madrasah dengan wali murid. Hanya 120 komputer yang dimiliki madrasah, sementara 219 sisanya adalah milik pribadi siswa yang dibawa ke madrasah selama ujian berlangsung.

Untuk mewujudkan USBN BK serentak ini, madrasah menyiapkan 2 aula dan 4 ruang CBT. Satu aula di gedung 1 lantai 2 mampu menampung 119 siswa, satu aula di lantai 3 gedung SBSN menampung 100 siswa, serta 4 ruang CBT di gedung 2 yang masing-masing memuat 30 siswa. Tiap aula dipasang 1 server serta 1 acces point. Selain internet dalam, madrasah juga menambah line arus listrik. Dua hari sebelum pelaksanaan USBN BK, tepatnya Jumat (5/4) diadakan simulasi untuk memastikan kekuatan server serta kelancaran sistem. Adapun setting laptop siswa dilaksanakan pada hari pertama USBN BK dengan menonaktifkan windows firewall.

Ada 10 orang proktor dan teknisi yang diterjunkan untuk mengawal USBN BK MTsN Surakarta 1 sehingga dapat berjalan lancar selama empat hari (8-11/4) tanpa kendala berarti. Seorang proktor utama, Heri Saputro Wibowo, bertugas membidani dan memantau USBN BK. Di samping tim proteks, dua puluh orang pengawas setiap hari diterjunkan untuk mengawasi pelaksanaan USBN yang jujur. USBN BK berlanjut dengan USBN berbasis Kertas Pensil (KP) yang dilaksanakan Jum’at hingga Sabtu(12-13/4). Ada empat mapel yang diujikan pada USBN KP yakni Bahasa Jawa, Seni Budaya, PJOK, dan Prakarya.

Persiapan yang dilaksanakan guru maupun murid untuk menghadapi USBN BK maupun KP sudah cukup matang. Alfita Putri Kasato, siswa 9Fd2, menuturkan persiapannya, seperti semakin giat belajar, memperbanyak ibadah, meminta doa restu dari orangtua maupun guru, dan olahraga yang cukup untuk menjaga stamina. Selain persiapan tersebut, sarana prasarana ujian pribadi seperti laptop dan alat tulis juga sudah disiapkan dengan baik.    “Perasaannya ya, biasa aja, karena udah terbiasa ujian-ujian maupun try out. Tapi pastinya masih ada perasaan khawatir dan deg-degan. Tapi, dengan semua usaha yang udah kita lakukan, insyaallah diberi kemudahan,” ujar Zaskia, siswi 9Fd2 saat ditanya perasaannya menghadapi ujian.

Harapan ke depannya pelaksanaan USBN tahun ini dapat menjadi acuan dalam kegiatan USBN tahun berikutnya. Muh Rais Hidayat, selaku wakil kepala kurikulum juga berharap siswa-siswa mendapat hasil maksimal di USBN tahun ini sehingga menjadi prestasi tersendiri bagi MTsN Surakarta 1.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *